Pentingnya Kualitas Dan Prestasi

Share on facebook
Share on linkedin
Share on google
Share on whatsapp

Proses mekanisme rekrutmen yang baik dan benar sangat penting untuk melahirkan pemimpin (leader) yang berkualitas dan berprestasi. “YOU REAP WHAT YOU SOW” …

Selain menyoroti pentingnya proses rekrutmen yang sejalan dengan agenda perkembangan kantor, Manajer harus juga menegaskan pentingnya merekrut orang-orang yang berkualitas dan berprestasi. Seorang Manajer jangan merekrut orang hanya karena kuantitas, tetapi minus prestasi, tidak berkualitas. Kuantitas dapat diciptakan dengan mudah apalagi di Indonesia yang begitu banyak pengangguran nya.

Untuk memperoleh orang-orang yang berprestasi, Manager harus jeli dan jelas sewaktu melakukan loker dan wawancara. Prestasi hanya bisa dibentuk dari etos kerja yang baik dari para pemimpin (leader) di kantor, mengikuti budaya kerja di lapangan iaitu sistim 5 & 8 langkah.

Selain berprestasi, Manager harus membentuk pemimpin (leader) yang jujur. Pemimpin yang tidak munafik dan penuh kepura-puraan. Pemimpin yang peduli, simpati, empati, dan berbela rasa atas penderitaan yang dialami oleh tim nya.. Pemimpin yang sanggup bertanggung jawab.

Empat Generasi

Setiap zaman melahirkan generasi yang berbeda, dengan paradigma, selera, dan cita-cita hidup yang sama sekali tak sama. Saat ini, umumnya kita mengenal empat generasi yang masih eksis dan hidup dalam waktu yang sama, yaitu generasi: Traditionalist, Baby-boomers, Generation X, dan Millennials. Apa karakteristik masing-masing generasi tersebut?

Studi pustaka yang dilakukan oleh Society for Human Resource Management, berjudul “The Multigenerational Workforce: Opportunity for Competitive Success” dalam Ekuslie Goestiandi, 2009, membedah perbedaan sikap kerja dan preferensi gaya kepemimpinan antar generasi tersebut.

Generasi tradisionalis, yang lahir antara 1922-1945, cenderung bekerja secara keras dan spartan, loyal, terfokus, orientasi kepada detail, serta memiliki kematangan emosional yang baik. Kelompok ini mengharapkan kepemimpinan yang adil, konsisten, jelas dan tegas, sekaligus penuh rasa hormat.

Generasi baby-boomers, lahir antara 1946-1964, umumnya terampil bekerja sama, tuntas dan penuh pengabdian, sarat pengalaman dan pengetahuan, serta memiliki semangat pelayanan yang baik. Generasi ini menyukai tipe kepemimpinan yang menjunjung kesetaraan, hangat dan penuh perhatian, memiliki visi yang jelas, serta demokratis.

Generasi X, yang lahir antara 1965-1980, umumnya bersifat mandiri, gampang menyesuaikan diri, kreatif, melek teknologi, dan gemar menggugat kemapanan (status quo). Generasi ini menyenangi kepemimpinan yang lugas, kompeten, tulus, informal dan fleksibel, result-oriented, dan mendukung proses pembelajaran.

Terakhir adalah generasi millennials yang lahir antara 1981-2000, cenderung lebih optimistis, mampu bekerja multitasking, berpendirian keras, sangat cakap teknologi, suka belajar dan berkembang, punya orientasi tim yang baik, serta memiliki rasa tanggung jawab sosial. Generasi mutakhir ini menyukai gaya kepemimpinan yang motivasional, kolaboratif, penuh sikap positif, perhatian pada pendidikan, terorganisasi rapi, berorientasi kepada prestasi, serta mampu membimbing bawahan (coaching).

Dimensi Kejujuran

Meski memiliki selera gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, hasil penelusuran menunjukkan adanya kesamaan di antara mereka tentang kualitas kepemimpinan yang mereka harapkan (idealkan). Semua generasi menempatkan dimensi kejujuran (honesty), kecakapan (competence), dan kesetiaan (loyalty) sebagai kualitas-kualitas pemimpin yang penting. Dan, di antara ketiganya, semua generasi menempatkan dimensi kejujuran (sikap jujur) sebagai kualitas pemimpin yang paling penting.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, para Manajer itu boleh saja menerapkan pelbagai strategi kompetisi yang hebat, pendekatan yang atraktif, dan cara memimpin yang brilian, namun para Manajer tetap memiliki jalan pikirannya sendiri-sendiri. 

Setiap generasi memiliki sifat, cara pikir, dan selera gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Namun, untuk urusan kejujuran (sikap jujur seorang pemimpin), mereka semua punya keyakinan yang sama. 

Pemimpin yang berprestasi sangat menentukan kemajuan tim yang dipimpinnya. Karena itu, mekanisme rekrutmen yang baik dan benar adalah persyaratan yang menjadi tuntutan. Dengan mekanisme yang baik dan benar, Manajer pemilih akan menentukan pilihannya secara baik, benar, dan jujur.  

adm168borneoid

adm168borneoid

Leave a Replay

BORNEO GROUP

Perusahan Indonesia yang sedang pesat berkembang di seluruh kota kota dan membentuk pengusaha muda.

Recent Posts

Official FB Page

Our Corporate Video

Enquiries . . .

Sign up for our Newsletter

By submitting, you are giving us the permission to sent you our regular updates to your email address.