Sistem “Reward And Punishment” Sebagai Motivasi

Contact Us

Sistem “Reward And Punishment” Sebagai Motivasi

Sistem pengendalian REWARD & PUNISHMENT penting untuk diterapkan oleh organisasi, kantor maupun TEAM dalam memotivasi orang-orang kita ke lapangan. Sistem ini membantu manajemen dalam mewujudkan visi, misi, strategi, dan tujuan perusahaan. Selain itu, sistem pengendalian REWARD & PUNISHMENT menjadi alat manajemen untuk dapat memberikan pengaruh kepada para manager atau orang-orang di lapangan agar bertindak positif untuk pencapaian tujuan. Kantor akan kooperatif apabila manajemen dapat mengembangkan dan mengelola dengan tepat, sehingga pengendalian sistem ini dapat berjalan sesuai harapan manajemen.

Sistem REWARD & PUNISHEMENT juga dirancang untuk memotivasi agar tujuan perusahaan tercapai. Cara untuk memotivasi situasi salah satunya dengan menerapkan reward and punishment systemReward merupakan salah satu alat pengendalian penting yang digunakan oleh perusahaan untuk memotivasi personel agar mencapai tujuan perusahaan dengan perilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan. Sistem ini menjadi sangat dibutuhkan oleh perusahaan jika perusahaan memasuki lingkungan bisnis yang menuntut dipekerjakannya knowledge workers. Dalam lingkungan kerja seperti itu, antara tenaga kerja dan alat produksinya terpadu menjadi satu dalam diri tenaga kerja, karena knowledge dijadikan pengetahuan yang dimilikinya sebagai alat produksi. Apabila reward and punishment system dijalankan dengan tepat dan bijak, maka perusahaan akan memiliki orang-orang yang berkualitas baik dan bekerja lebih giat, sehingga dapat meningkatkan kinerja.

Sedangkan punishment merupakan sesuatu yang tidak disukai/disenangi tapi untuk menghasilkan efek jera sehingga tidak akan melakukan perbuatan yang sama. Bentuk-bentuk punishment antara lain kehilangan orang dalam kantor atau team, penghinaan publik, kegagalan mendapatkan reward, ancaman pemecatan,dan lain sebagainya.

Pemberian REWARD & PUNISHMENT didasarkan pada penilaian kinerja (merit-based system). Setiap perusahaan telah menetapkan cara yang digunakan untuk menilai kinerja orang-orangnya, salah satu contoh penggunaan balanced scorecard. Hasil penilaian kinerja berupa angka lebih memudahkan perusahaan untuk memberikan reward and punishment system. Sebagai contoh, perusahaan mempunyai kebijakan untuk hasil (skor) penilaian kinerja antara 65 sampai dengan 73 akan mendapatkan reward berupa BONUS.

Kriteria keberhasilan reward berdasarkan kinerja dapat menghasilkan motivasi yang ideal apabila, pertama, reward yang diberikan mempunyai nilai (financial and nonfinancial reward). Kedua reward mempunyai dampak yang cukup besar kepada karyawan, sehingga karyawan dapat termotivasi atas reward tersebut. Ketiga, reward harus dapat dimengertikan. Harus memahami alasan atau tujuan pemberian reward dengan harapan mampu memotivasi keadaan. Keempat, pemberian reward harus tepat waktu dan diberikan sesegera mungkin setelah penilaian kinerja tercapai. Kelima, efek dari rewarddapat bertahan lama. Jika dapat merasakan efek yang ditimbulkan dari reward dan dapat bertahan lama, maka reward mempunyai nilai yang besar. Keenam, reward harus mempertimbangkan efisiensi biaya.

Pemberian reward berdasarkan kinerja berupa BONUS tergolong dalam extrinsic reward, dimana reward tersebut berasal prestasi, tetapi bukan merupakan bagian dari aktivitas. Selain BONUS, bentuk extrinsic reward lainnya berupa benefitinterpersonal rewards (pengakuan/status), dan promosi.

Bentuk reward yang lain adalah intrinsic reward. Dikatakan intrinsic reward apabila perusahaan memberikan otoritas kepada seseorang untuk membuat keputusan sendiri yang dianggap penting dalam pencapaian target perusahaan, sehingga karyawan dapat merasa dihargai kemampuannya dalam pembuatan strategi. Intrinsic reward merupakan bentuk reward yang dinilai Manager yang berhubungan dengan pekerjaan (bagian dari pekerjaan itu sendiri). Intrinsic reward antara lain meliputi pemberian kesempatan pada Manager untuk menyelesaikan suatu tugas dan mencapai tujuan tertentu, memberikan otonomi yang akan memungkinkan Manager itu melakukan tindakan bebas terbaik dalam situasi tertentu, dan kesempatan bertumbuh misalnya dengan memperluas kemampuan dan keterampilan usaha.

Share this post?

Borneo Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *