Goal Setting Dapat Mempengaruhi Motivasi Anda

Contact Us

Goal Setting Dapat Mempengaruhi Motivasi Anda

Goal makna dasarnya adalah sesuatu matlamat yang anda ingin capai atau tujuan.

Dalam hal ini ada istilah goal setting, artinya adalah suatu hasil atau tujuan yang spesifik yang anda berusaha untuk mendapatkannya.

Ada juga istilah self-regulation, maksudnya adalah kemampuan untuk memonitor dan mengontrol diri, seperti sikap, emosi, pikiran.

Satu lagi, ada istilah self-efficiency, yaitu kepercayaan diri seseorang bahwa ia mampu untuk berhasil menyelesaikan tugas atau berhasil meraih tujuan.

Apakah anda sudah mempunyai goal? Betapakah seringnya anda bersemangat untuk menetapkan tujuan? Bagaimana cara menentukan tujuan? Silakan baca sampai selesai untuk mendapatkan informasi dan pemahaman tentang hubungan goal setting dan motivasi.

Di dalam sudut pandang motivasi, goal dan goal setting memainkan peranan penting di dalam self-regulation.

Goal setting mempunyai pengaruh terhadap motivasi.

Goal itu mempengaruhi motivasi melalui lima hal, yaitu:

1. Perhatian dan tindakan yang fokus kepada goal yang diinginkan.

2. Menggerakkan usaha pada diri seseorang.

3. Ini terkait pada poin nomor 2, usaha-usaha di atas itu dilakukan dengan persisten dan usaha yang tak kenal lelah. Alasan berusaha ini karena bertujuan untuk meraih goal yang telah ditetapkan.

4. Goal yang telah ditetapkan membuat seseorang terus membangun rencana dan strategi untuk meraih tujuan.

5. Goal setting membuat seseorang mengetahui informasi sebaik apa/sejauh mana seseorang sudah berusaha untuk meraih tujuan.

Kesimpulan dari poin poin yang saling berkaitan di atas, bahwa goal adalah membuat seseorang tahu sejauh mana usaha yang telah dilakukannya, sebaik apa strategi yang sudah dijalankannya, kemudian membuat seseorang melakukan self-evaluation.

Goal jangka panjang (long-term goal)

Target, ultimate goal, mision goal yang bermula dari tujuan akhir adalah long-term goal.

Goal jangka pendek (short-term goal)

Short-term goal disebut juga proximal goals atau sub-goals adalah sarana atau batu loncatan menuju long-term goal.

Hubungan antara short-term goal dan long-term goal

Sebagaimana yang telah disebutkan di atas bahwa goal jangka pendek adalah sarana atau batu loncatan menuju tujuan/goal jangka panjang.

Seorang ahli, seperti Albert Bandura pada tahun 1997 menyebutkan bahwa tanpa goal jangka pendek, seseorang akan cenderung gagal untuk melangkah ke langkah selanjutnya untuk sampai kepada goal jangka panjang.

Hasil penelitian yang bertema “efek goal jangka pendek dan goal jangka panjang kepada self-efficiency dan nilai matematika mereka” oleh Albert Bandura dan Schunk pada tahun 1981 memperkuat teori di atas.

Di dalam penelitian di atas, dilakukan eksperimen kepada kelas tiga dibagi menjadi tiga grup, yaitu:

1. Proximal goal group: yaitu murid-murid dikatakan agar mereka menetapkan tujuan untuk menyelesaikan 6 halaman setiap sesi.

2. Long-term goal group: yaitu murid-murid diperintahkan agar mereka menetapkan goal untuk menyelesaikan seluruh halaman (42 halaman) pada akhir sesi ke tujuh.

3. No goal group: murid-murid dibiarkan tanpa mempunyai goal.

Hasil dari study di atas adalah murid-murid yang menetapkan tujuan jangka pendek (group nomor 1) mempunyai kemajuan yang besar, mempunyai pemahaman matematika lebih dalam, dan meningkatnya self-efficacy mereka.

Saya kutip dari buku hasil penelitian beliau dalam bahasa Inggris:

“Self-motivation can best be created and sustained by attainable subgoals that lead to future larger ones. Proximal subgoals provide immediate incentives and guides for performance, whereas distal goals are too far removed in time to effectively mobilize effort or direct what one does in the here and now.” (Dikutip dari Bandura & Schunk, 1981, page 587)

Catatan tambahan:

– Proximal goals disebut juga sub-goals = short-term goal / goal jangka pendek

– Distal goals disebut juga long-term goals atau goal jangka panjang.

– Distal goals membantu anda agar dapat melihat “big picture ” atau gambaran besar tentang sesuatu.

Bagaimanapun juga, jika seseorang hanya fokus jangka panjang dapat menyebabkan seseorang mempunyai kecenderungan menunda usaha (karena dalam pikirannya berkata,”ah masih lama kok waktunya.”).

– Ketika menyusun tujuan jangka panjang, usahakan memecah tujuan tersebut ke dalam proximal goals (short-term goal).

Contoh:

Long-term goal : Menjadi juara 1 di kelas pada penerimaan rapot kenaikan kelas.

Tujuan jangka panjang dipecah menjadi:

a. Mendapat nilai tertinggi pada setiap mid test dan final test

b. Mendapat nilai tertinggi pada setiap ulangan harian.

c. Mendapat nilai tertinggi dalam setiap tugas yang diberikan.

d. Memahami materi setiap bab pelajaran.

Contoh goal yang ditulis di atas kertas atau di papan tulis

Anda bisa memodifikasi form goal ini sesuai dengan kebutuhan anda. Goal ini harus ditulis atau didokumentasikan agar anda dapat sering melihat atau mengevaluasi apakah tindakan dan usaha anda mendekatkan diri kepada tujuan anda atau sebaliknya tindakan dan aktivitas anda menjauhkan diri dari tujuan anda.

Long-term goal

Dibawah adalah contoh form long-term goal, kamu dapat mengisi sesuai dengan tujuan dan kondisi kamu.

1. Goal saya yang sangat penting dan ingin saya raih dalam ………………………. (isi titik-titik dengan periode waktu, contohnya dua tahun, satu semester kedepan, dan seterusnya).

2. Goal ini sangat penting bagi saya karena ………………………………………………. (isi titik-titik dengan alasan anda yang kuat kenapa anda ingin meraih tujuan itu)

3. Langkah/Aktivitas/Usaha yang saya akan lakukan untuk meraih tujuan ini adalah ………………………………………………. (sebutkan langkah dan strategi anda meraih tujuan ini)

4. Halangan/rintangan/hambatan yang kemungkinan ada dalam meraih tujuan adalah:

a. Hambatan dalam diri/internal: ………………………………..
b. Hambatan eksternal: ……………………………………………….

5. Apa yang saya dapat lakukan untuk mengatasi hambatan di atas: ……………………..

6. Apa/siapa saja yang bisa saya minta bantuan kepadanya agar tujuanku tercapai:

a. Manusia:  …………………………………………………… (isi titik-titik, contohnya: ayah, ibu, guru matematika, ustadz dekat rumah, dll.)
b. Benda: ……………………………………………………….. (isi titik-titik, contohnya: buku psikologi, website, aplikasi/tools/software, laptop, dll)

Catatan:

– Orang yang bertauhid akan selalu meminta pertolongan Allah Ta’ala, dan ini wajib bagi kita orang yang beriman untuk meminta, bergantung, dan bertawakkal hanya kepada Allah bukan kepada yang lain.

Short-term goal

Ini adalah short-term goal yang merupakan bagian-bagian dari long-term yang dipecah.

1. Goal saya untuk ………………………………. adalah ………………………………………………………..

(isi titik-titik yang pertama dengan jangka waktu yang lebih pendek dari long-term goal, contohnya jika long-term goal jangka waktunya 1 tahun, maka short-term goal diisi dengan 1 bulan)

2. Action/usaha/langkah/strategi saya untuk meraih tujuan ini adalah ………………………….

3. Cara mengetahui bahwa tujuan ini tercapai adalah dengan: ………………………………………

4. Rintangan/hambatan yang mungkin dihadapi dalam mencapai tujuan ini adalah: ………

Cara mengatasi rintangan ini adalah dengan ………………………………………………………………..

5. Berapa tingkat keyakinan atau percaya diri (self-efficacy) saya dalam meraih tujuan ini?
(sebutkan angka 1-10 dimana angka satu itu sangat tidak percaya diri dan 10 itu sangat percaya diri)

Form evaluasi short-term goal

1. Tingkat kepuasan saya dengan pencapaian goal.

Isi dengan angka 1 sd 10, dimana 1 adalah sangat tidak puas sedangkan 10 adalah sangat puas.

2. Alasan kenapa tingkat kepuasan saya mendapat nilai …………………………………………………..

(isi titik-titik di atas dengan angka yang kamu masukkan pada poin nomor 1.

Intinya:

Jika kamu telah mencapai goal (sesuai dengan tingkat kepuasanmu), maka sebutkan alasannya kenapa kamu bisa mencapainya.

Jika kamu belum mencapai goal, sebutkan alasan kenapa kamu belum mencapai goal yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Faktor yang dapat mempengaruhi motivasi:

1. Tingkat Self-efficiency.

Persepsi seseorang mengenai diri sendiri dapat mendorongnya untuk melakukan hal yang mendekatkan diri pada tujuan alias termotivasi untuk berusaha.

2. Harapan dan kebutuhan.

Ini ditandai dengan goal (tujuan) yang spesifik yang dapat memotivasi atau mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang dapat meraih harapan/kebutuhannya.

3. Kepuasan kerja.

Lihat form yang ketiga yaitu form evaluasi short-term goal, dengan informasi tingkat kepuasan yang jelas akan mendorong seseorang untuk berbuat atau berusaha yang lebih dari yang sebelumnya.

Share this post?

Borneo Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *