Founder Profile

Contact Us

Lahir dan dibesarkan dari keluarga miskin di salah satu pelosok desa yang ada di Kota Pontianak. Saat SD berjualan kue, SMP menyadap pdan ohon karet, pada masa SMA berjualan koran dilampu merah juga pernah beliau jalani.

Cita–citanya dulu ingin menjadi Insinyur. Namun karena keterbatasan biaya akhirnya beliau melepas impiannya masuk sekolah STM dan memilih sekolah gratis yaitu SMA perintis. namun beliau hanya sempat sampai kelas I SMA, dan memutuskan untuk berhenti dan memilih bekerja di Malaysia karena tawaran kerja dipabrik plastik dengan penghasilan yang besar. Karena niat ingin merubah nasib tawaran itu diterima dan beliau memutuskan untuk berhenti sekolah. Namun nasib berkata lain sesampainya di Negeri Jiran Malaysia beliau malah dipekerjakan sebagai buruh bangunan. Karena orang tuanya sudah berhutang terlalu banyak untuk biaya keberangkatan mau tidak mau pekerjaan itu pun tetap dilakukan. Selama ± tiga bulan bekerja sebagai buruh bangunan, lagi-lagi nasib berkata lain, beliau ditangkap oleh imigrasi Malaysia, karena masuk sebagai pendatang illegal. Akhirnya beliau dipenjara ± tiga bulan dan selanjutnya dideportasi oleh imigrasi setempat.

Singkat cerita akhirnya beliau pulang ke Kota Pontianak, dan mencoba membuka usaha sendiri dengan berjualan telor ayam ras dipinggir jalan dan dari situlah beliau membaca di koran ada sebuah lowongan pekerjaan di perusahaan yang baru buka di Kota Pontianak. Akhirnya beliau mencoba melamar di perusahaan tersebut dan diterima. Nama perushaan tersebut adalah PT. Karya Daya Rekatama (WWI) tepatnya pada tahun 1998.

PT. Karya Daya Rekatama (WWI) tersebut bergerak dibidang distributor Alat Rumah Tangga dengan sistem kerja door to door. Disitulah beliau berproses dilapangan, hujan dan panas adalah hal yang biasa, bahkan penolakan dan cemoohan dari teman serta keluarga beliau terima. Karena tekadnya yang ingin membahagiakan orang tualah yang membuat beliau terus bertahan menjalani proses tersebut hingga menjadi manager.

Setelah menjadi manager tak berarti kehidupannya bebas dari masalah. Beliau juga pernah ditinggalkan oleh orang-orang kepercayaannya, dan harus membangun lagi bisnisnya dari nol. Jatuh bangun dalam meniti karir dan bisnis yang beliau jalani, pahit dan getirnya hidup telah membentuknya menjadi sosok yang tidak gampang menyerah hingga sekarang.

Jadi gelar SE yang ada dibelakang nama beliau bukanlah gelar yang didapat dari Akademis, namun gelar SE dibelakang tersebut adalah singkatan dari SALES EXECUTIVE. Beliau bermaksud menyampaikan pesan supaya generasi muda sekarang jangan malu menyandang GELAR SALES, karena beliau sendiri yang cuma tamatan SMP bisa SUKSES jadi sales door to door, apalagi yang punya pendidikan lebih baik dari beliau.